BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN PEMBERIAN LAKTASI DAN IMUNISASI BALITA PADA KELOMPOK MASYARAKAT BINAAN YAYASAN LENTERA ANAK BALI
Keywords:
laktasi, imunisasi, balita, lactation, immunization, toddlersAbstract
Kelompok masyarakat urban di Kota Denpasar yang berhenti sekolah, memilih “bekerja” di jalanan, ataupun di daerah pariwisata. Anak-anak ini berasal dari daerah luar Denpasar yang kebanyakan berasal dari daerah Pedahan Kubu Tianyar Kabupaten Karangasem. Kebanyakan mereka mengenyam pendidikan formal hanya setingkat pendidikan menengah saja. Pendidikan dan pengalaman yang terbatas, pernikahan di usia muda, menjadi tantangan pada anak-anak di komunitas ini. Berdampak pada perawatan bayi yang dilahirkan, seperti dalam proses pemberian ASI (laktasi) dan imunisasi. Banyak balita dari komunitas ini, tidak mendapat layanan imunisasi dan pemenuhan laktasi, karena pemahaman orang tua mereka yang masih terbatas. Pemberian pemahaman sekali tidak akan cukup memberi penyadaran kepada semua masyarakat, ini harus secara berkelanjutan agar masyarakat urban mengerti tentang pentingnya laktasi dan imunisasi bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Permasalahan di daerah asal/ hulu / Desa Tianyar Tengah ini terungkap ketika LAB berusaha berbaur dengan keluarga anak-anak yang bermigrasi ke Denpasar untuk menjadi pekerja anak dan terungkap banyak permasalahan mereka baik di daerah asal mereka dan saat mereka ada di kota Denpasar. Diantaranya terbatasnya akses layanan kesehatan untuk mereka. Tidak teredukasinya para pasangan muda tentang pentingnya laktasi dan imunisasi. Bimbingan teknis tentang laktasi dan imunisasi dilaksanakan langsung pada kelompok masyarakat marginal ini. Dengan menggandeng pihak pemerintah, dalam hal ini Puskesmas di wilayah setempat. Adanya keterbukaan anggota masyarakat tentang pentingnya memahami laktasi dan imunisasi menjadi suatu pencapaian program ini.
A group of urban residents in Denpasar City who have dropped out of school have opted to work on the streets or in tourist areas, These children come from areas outside Denpasar, mostly from the Pedahan Kubu Tianyar area of Karangasem Regency. Most have only received formal education up to secondary school level. Limited education and experience, coupled with early marriage, present challenges for children in this community. This impacts infant care, such as breastfeeding and immunizations. Many toddlers in this community do not receive immunizations and fulfill their lactation needs due to their parents' limited understanding. A single awareness campaign is not enough to raise awareness among the entire community; ongoing efforts are needed to ensure the urban community understands the importance of lactation and immunization for the growth and development of infants. The problems in the area of origin/upstream/Tiyar Tengah Village came to light when LAB attempted to engage with the families of children who migrated to Denpasar to become child laborers. They uncovered numerous challenges, both in their area of origin and in Denpasar. Among them were limited access to healthcare services and the lack of education among young couples about the importance of lactation and immunization. Technical guidance on lactation and immunization was provided directly to this marginalized community group, collaborating with the local government, specifically the Community Health Center (Puskesmas). The program's achievement was the community's openness to the importance of understanding lactation and immunization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Luh Putu Anggreni, A.A Sriwahyuni, Ni Luh Putu Yunianti Suntari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.