MODEL EDUKASI INTERVENSI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KASUS STUNTING DI KABUPATEN BANGLI
Keywords:
intervensi, edukasi, stunting, Intervention, EducationAbstract
Keluarga Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM), salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (stunting). Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2%. Hal ini berarti terjadi pertumbuhan yang tidak maksimal dialami oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting dan lebih dari 1/3 Anak berumur dibawah 5 tahun di Indonesia tingginya dibawah rata-rata(Transmigrasi, 2018). Hasil penelitian yang dilakukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur terhadap 932 anak yang terdapat di 40 kabupaten/kota ditemukan 28,75% anak dengan stunting (Roshaet al., 2012).
Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia atau SSGI tahun 2019, ditemukan angka kejadian stunting di Indonesia sebesar 27,6% dan di provinsi Bali ditemukan sebesar 14,4%. Tahun 2019 angka kejadian stunting diprovinsi Bali, kasusnya ditemukan 26,23 % di Kabupaten Bangli. Angka kejadian stunting tahun 2020 di provinsi Bali mengalami penurunan menjadi 6,6%, tetapi angka kejadian stunting di Kabupaten Bangli masih cukup tinggi dan termasuk peringkat kedua dari semua kabupaten dan kota yang ada di Bali.yaitu sebesar 13,1% (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2021). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Pusksemas 6 Kintamani ditemukan pengukuran tinggi badan pada balita bulan Januari tahun 2023 sebanyak 10 orang balita mengalami stunting terdapat didesa Belancan kecamatan Kintamani kabupaten Bangli.
Prioritas permasalah mitra adalah ditemukannya kasus stunting di bulan Januari 2023 sebanyak 10 orang balita di desa Belancan kecamatan Kintamani kabupaten Bangli.Tingkat pengetahuan Ibu-ibu balita dan ibu hamil masih kurang tentang upaya pencegahan stunting dengan intervensi 1000 hari pertama kehidupan, mulai bayi didalam kandungan sampai bayi berumur 59 bulan. Memberikan edukasi tentang stunting dan pencegahan stunting melalui intervensi 1000 hari kehidupan kepada ibu-ibu balita dan ibu hamil di dusun Belancan, dusun Belancan Kauh dan dusun Bukih kecamatan Kintamani kabupaten Bangli.
Prioritas solusi yang ditawarkan memberikan pelatihan dan demonstrasi makanan yang baik digunakan ketika ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi baru lahir sampai dengan umur bayi 59 bulani semua.
Indonesia still faces nutritional problems that have a serious impact on the quality of human resources (HR), one of the nutritional problems that is a major concern today is the still high number of short toddlers (stunting). Based on the results of the 2013 Basic Health Research, the prevalence of stunting in Indonesia reached 37.2%. This means that approximately 8.9 million Indonesian children experience suboptimal growth, or 1 in 3 Indonesian children experience stunting and more than 1/3 of children under 5 years old in Indonesia have below average height (Transmigration, 2018). The results of a study conducted in Central Java and East Java on 932 children in 40 districts/cities found that 28.75% of children were stunted (Rosha et al., 2012).
Based on the results of the 2019 Indonesian Nutritional Status Study or SSGI, the incidence of stunting in Indonesia was 27.6% and in Bali province it was found to be 14.4%. In 2019, the incidence of stunting in Bali province, cases were found to be 26.23% in Bangli Regency. The incidence of stunting in 2020 in Bali province decreased to 6.6%, but the incidence of stunting in Bangli Regency is still quite high and is ranked second among all regencies and cities in Bali, namely 13.1% (Bali Provincial Health Office, 2021). Based on a preliminary study conducted at the Kintamani 6 Community Health Center, it was found that height measurements of toddlers in January 2023 showed that 10 toddlers experienced stunting in Belancan village, Kintamani district, Bangli regency.
The priority of the partner's problem is the discovery of 10 cases of stunting in January 2023 in Belancan village, Kintamani district, Bangli regency. The level of knowledge of mothers of toddlers and pregnant women is still lacking regarding efforts to prevent stunting with interventions in the first 1000 days of life, starting from the baby in the womb until the baby is 59 months old. Providing education about stunting and stunting prevention through 1000 days of life interventions to mothers of toddlers and pregnant women in Belancan hamlet, Belancan Kauh hamlet and Bukih hamlet, Kintamani district, Bangli regency.
The priority of the solutions offered is to provide training and demonstrations of good food to use when pregnant, breastfeeding, and for newborns up to 59 months old.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ida Erni Sipahutar, Ni Nyoman Hartati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.