BIMBINGAN TEKNIS PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK MELALUI PERGAULAN SEHAT DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

Authors

  • Ni Luh Putu Yunianti Suntari Poltekkes Kemenkes Denpasar Author
  • AA Sriwahyuni Yayasan Lentera Anak Bali Author
  • Luh Putu Anggreni Yayasan Lentera Anak Bali Author

Keywords:

pergaulan sehat, kesehatan reproduksi, perkawinan anak, healthy social interactions, reproductive health, child marriage

Abstract

Ada anak-anak urban di Kota Denpasar yang memilih berhenti sekolah, memilih “bekerja” di jalanan, ataupun di daerah pariwisata. Bekerja sebagai penjaja gelang-gelang, tissue, jepit rambut bahkan spa jalanan. Anak-anak ini berasal dari daerah luar Denpasar yang kebanyakan berasal dari daerah Pedahan Kubu Tianyar Kabupaten Karangasem. Anak-anak urban ini telah diarahkan untuk kembali belajar ke sekolah, tetapi tetap pada akhirnya kembali ke jalanan. Pemberian pemahaman sekali tidak akan cukup memberi penyadaran kepada semua masyarakat, ini harus secara berkelanjutan agar masyarakat urban mengerti tentang pentingnya Pendidikan. 

Pendidikan menjadi tidak penting bagi mereka apalagi ditambah kondisi pendidikan yang sangat kurang representative, guru-gurunya dari luar desa yang kadang tidak efektif, ada guru lokal tapi tidak mendapatkan kesempatan maupun prioritas untuk diangkat menjadi ASN ( PNS/PPPK ) di desanya, semua ini makin mendorong mereka pergi keluar desa. Permasalahan di daerah asal/ hulu / Desa Tianyar Tengah ini terungkap ketika LAB berusaha berbaur dengan keluarga anak-anak yang bermigrasi ke Denpasar untuk menjadi pekerja anak dan terungkap banyak permasalahan mereka baik di daerah asal mereka dan saat mereka ada di kota Denpasar. Di Kota Denpasar sebagai kota penerima, muncul permasalahan, dimana mereka datang tanpa bekal pendidikan sehingga jadilah mereka pekerja buruh serabutan/ buruh suwun ( junjung ), tukang parkir, dan buruh bangunan. Anak-anak mereka awalnya tidak sekolah/ putus sekolah SD dan ikut menjadi gepeng/ pekerja anak. Anak remaja putri bermimpi hanya ingin bekerja di sektor Spa tetapi tanpa ketrampilan spa dan banyak dari mereka pada akhirnya menikah dini ( usia anak ), maka lahirlah anak-anak yang cacat dan stunting. Pentingnya pemahaman pergaulan sehat dan kesehatan reproduksi.

 

There are urban children in Denpasar who have chosen to drop out of school and instead work on the streets or in tourist areas. They work as vendors selling bracelets, tissues, hair clips, and even street spas. These children come from areas outside Denpasar, mostly from the Pedahan Kubu Tianyar area of Karangasem Regency. These urban children have been directed to return to school, but they still end up returning to the streets. Providing education once is not enough to raise awareness among all residents; it must be done continuously to ensure that urban communities understand the importance of education.

Education becomes unimportant for them, especially when the educational conditions are very unrepresentative, the teachers are from outside the village and are sometimes ineffective, there are local teachers but they do not get the opportunity or priority to be appointed as ASN (PNS/PPPK) in their village, all of this further pushes them to leave the village. The problems in the area of origin/upstream/Tianyar Tengah Village were revealed when LAB tried to mingle with the families of children who migrated to Denpasar to become child laborers and revealed many of their problems both in their area of origin and when they were in Denpasar city. In Denpasar City as the receiving city, problems arose, where they came without educational provisions so they became odd-job laborers/suwun laborers (junjung), parking attendants, and construction workers. Their children initially did not go to school/dropped out of elementary school and became beggars/child laborers. Teenage girls dream only of working in the Spa sector but without spa skills and many of them end up marrying early (childhood), resulting in the birth of children with disabilities and stunting. The importance of understanding healthy relationships and reproductive health.

Downloads

Published

01-09-2025

Issue

Section

Articles

Similar Articles

21-30 of 37

You may also start an advanced similarity search for this article.