PENYIAPAN MASA PRAKONSEPSI DALAM MENCEGAH STUNTING DI PUSKESMAS TAMPAKSIRING II
Keywords:
prakonsepsi, cegah stunting, preconception, prevent stuntingAbstract
Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan dampak jangka panjang berupa gangguan tumbuh kembang, penurunan kapasitas kognitif, hingga peningkatan risiko penyakit tidak menular pada usia dewasa. Pencegahan stunting secara efektif perlu dimulai sejak periode prakonsepsi, yaitu saat wanita usia subur (WUS) mempersiapkan diri menjadi calon ibu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur dan calon ibu mengenai pentingnya penyiapan masa prakonsepsi dalam mencegah stunting. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan di Puskesmas Tampaksiring II dengan sasaran ibu-ibu di posyandu. Kegiatan diikuti oleh 45 orang peserta pada tanggal 1 Maret 2025. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, tanya jawab, serta pengukuran pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 89%. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam mendukung penurunan angka stunting melalui optimalisasi kesehatan pada masa prakonsepsi.
Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge in Indonesia, with long-term impacts including impaired growth and development, decreased cognitive capacity, and an increased risk of non-communicable diseases in adulthood. Effective stunting prevention needs to begin during the preconception period, when women of childbearing age (WUS) prepare to become mothers. This community service activity aims to increase the knowledge of women of childbearing age and mothers-to-be regarding the importance of preconception preparation in preventing stunting. The activity was carried out in the form of health education at the Tampaksiring II Community Health Center, targeting mothers at the integrated health post (Posyandu). The activity was attended by 45 participants on March 1, 2025. The implementation method included education, question and answer sessions, and measurement of participant knowledge through pre- and post-tests. The results of the activity showed an 89% increase in participant knowledge. This activity is expected to be a promotive and preventive effort in supporting the reduction of stunting rates through optimizing health during the preconception period.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi, I Made Agus Budi Wijaya, Ni Luh Kadek Erna Pancawati, Asih Devi Rahmayanti, Fitria Dila Sari, Luh Dea Pratiwi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.