Pendidikan Kesehatan tentang DBD pada Kelompok Pengajian Dusun Kepel, Lojejer, Jember

Authors

  • Asmuji Asmuji Universitas Muhammadiyah Jember Author
  • Luh Titi Handayani Universitas Muhammadiyah Jember Author
  • Komarudin Universitas Muhammadiyah Jember Author

Keywords:

DBD, Kelompok-Pengajian, Pendidikan-Kesehatan, Tingkat-Pengetahuan, DHF, Health-Education, Level of Knowledge

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang sering kali muncul pada musim penghujan dan merupakan penyakit endemis di wilayah Indonesia. DBD dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. DBD pun juga sering menimbulkan KLB (kejadian luar biasa). Kurangnya pengetahuan warga masyarakat pada mitra terkait penyakit Demam Berdarah merupakan permasalahan yang serius. Rendahnya pengetahuan ini maka perlu solusi dengan memberikan Pendidikan Kesehatan tentang penyakit Demam Berdarah (DBD). Hasil pelaksanaan kegiatan setelah pendidikan kesehatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang DBD pada mitra. Sebelum pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan mitra tentang DBD 85%  dalam katagori kurang baik dan 15% katagori cukup baik. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan pengetahuan mitra mengalami peningkatan, yaitu 60% mitra pengetahuannya dalam katagori baik dan 35% katagori cukup baik. Bervariasinya peningkatan pengetahuan mitra setelah dilakukan pendidikan dapat disebabkan oleh karena tingkat pendidikan mitra yang mengikuti pendidikan kesehatan.

 

Dengue fever (DHF) is a health problem that often arises during the rainy season and is an endemic disease in Indonesia. DHF can cause death, especially in children, if not treated quickly and appropriately. DHF also often causes outbreaks (extraordinary events). The lack of knowledge of community members in partners related to dengue fever is a serious problem. This low knowledge needs a solution by providing health education about Dengue Fever (DHF). The results of the implementation of activities after health education showed an increase in knowledge about DHF in partners. Before health education, the level of knowledge of partners about DHF was 85% in the poor category and 15% in the good category. After the health education, the partners‘ knowledge increased, with 60% of the partners’ knowledge in the good category and 35% in the good enough category. The variation in the increase in partner knowledge after education can be caused by the level of education of partners who participate in health education.

Downloads

Published

01-09-2025

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1-10 of 38

You may also start an advanced similarity search for this article.